Sabtu, 29 Juni 2013

Movie

Nyobain bikin film tentang keponakanku nih judulnya "Alvaro The Movie" buat yang pengen lihat bisa klik disini

Senin, 10 Juni 2013

Karya Ilmiah

KARYA ILMIAH
“Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia”

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ9sTbW2XHg4h34D133KHPZMtS7VMlg1M6QyrmpRDRlDLGXl4eZ7NIFN4LIOw






Disusun Oleh :
Ike Mulyasari (7101412125)
Pendidikan Akuntansi B 2012

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.       LATAR BELAKANG
Dewasa ini banyak terjadi kasus pelecehan seksual yang terjadi di negeri tercinta kita Indonesia. Ini menandakan bagaimana lemahnya moral masyarakat bangsa ini. Kasus perbuatan asusila tersebut seperti menjadi berita striping di media massa elektronik maupun cetak.Akhir- akhir ini yang membuat berita tersebut semakin heboh adalah kasus pelecehan seksual banyak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Sungguh mencengangkan memang, tetapi itulah kenyataannya yang telah terjadi.

2.       RUMUSAN MASALAH
Apa yang menyebabkan kasus pelecehan seksual banyak terjadi di negeri ini?


3.       TUJUAN
Memberikan gambaran kenapa kasus pelecehan seksual banyak terjadi di Indonesia serta memberikan informasi tentang kasus pelecehan seksual.

















BAB II
ISI

Dewasa ini banyak terjadi kasus pelecehan seksual yang terjadi di negeri tercinta kita Indonesia. Dan yang membuat hati kita miris adalah perbuatan asusila tersebut banyak dilakukan oleh para pelaku di dunia pendidikan. Perbuatan ini sangat mencoreng dunia pendidikan .
Salah satu kasus pelecehan seksual yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di media massa adalah kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang wakil kepala sekolah di salah satu SMA di Jakarta yang melakukan tindakan asusila terhadap salah satu murid perempuannya. Kejadian ini membuat nama baik dunia pendidikan kita tercoreng. Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu,tetapi yang didapat oleh korban justru pelecehan seksual.
                Korban pelecehan seksual banyak dialami oleh wanita terutama anak-anak dan pelajar. Padahal tindakan asusila ini dapat menyebabkan dampak yang besar pada perkembangan psikis korban juga menimbulkan trauma pada korban. Penyebab kasus pelecehan seksual banyak terjadi adalah :
Ø  Rendahnya moral masyarakat bangsa ini
Ø  Kurangnya perlindungan dan pengawasan dari orangtua
Ø  Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah
Ø  Hukum Indonesia yang kurang tegas dalam mengadili pelaku pelecehan seksual

Upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah tindakan asusila ini adalah :
1.       Meningkatkan keimanan
2.       Sebagai orangtua, lebih meningkatkan perlindungan dan pengawasan terhadap anak-anaknya
3.       Pemerintah sebaiknya lebih bertindak tegas terhadap masalah pelecehan seksual

Dari pernyataan di atas dapat kita simpulkan bahwa perilaku asusila merupakan periku tercela. Bahakan agama kita sangat melarang tindakan tersebut. Karena tindakan tersebut dapat berakibat fatal terhadap korban,sehingga kita sebagai masyarakat harus bekerja sama dengan pemerintah untuk saling menjaga dan melindungi

DAFTAR PUSTAKA
Ø  Ayu yuliani.1994.masalah sosial di Indonesia.Jakarta.Bukune
Ø  Faradina nina.1945.social problem.Purwokerto.Erlangga



Kamis, 06 Juni 2013

Penemuan Planet yang Mirip Bumi




Sejumlah ahli astronomi dari University of Hertfordshire yang dipimpin oleh Mikko Tuomy berhasil menemukan planet yang mungkin memiliki kondisi seperti Bumi, yang berarti juga mungkin terdapat kehidupan di planet tersebut (exoplanet).
Penemuan tersebut diperoleh setelah Mikko dan para anggota tim peneliti tersebut melakukan lebih dari 6.000 kali pengamatan kearah bintang Tau Ceti. Dengan menggunakan metode analisa yang disebut dengan istilah Bayesian Analysis Methods, mereka mendapatkan kesimpulan bahwa bintang Tau Ceti memiliki 5 planet yang mengorbit di sekeliling bintang tersebut dengan jarak lebih dekat dari pada jarak orbit Mars ke Matahari.
Pemilihan bintang Tau Ceti sebagai fokus pengamatan tim ini berawal dari proyek Ozma pada tahun 1960 yang bertujuan mencari kemungkinan adanya kehidupan di luar planet Bumi. Bintang Tau Ceti saat itu dipilih karena memiliki kekuatan pancaran sinar yang mirip dengan kekuatan pancaran sinar Matahari.
Bintang Tau Ceti merupakan bintang terdekat ke Matahari diurutan keduapuluh, dengan jarak kira-kira 11,9 tahun cahaya dari Matahari. Tau Ceti tergolong dalam bintang kelas G, dengan massa sebesar 0,78 dari massa Matahari, dan luminosity lebih kurang separuh dari Matahari. Diperkirakan usia bintang ini satu milyar tahun lebih tua dari pada Matahari. Dan kondisinya sangat stabil, lebih stabil daripada Matahari.
Berdasar penelitian Mikko dan kawan-kawan, diperoleh data sebagai berikut :
Planet Radius Orbit Periode Orbit Massa dibanding Bumi
Tc b 0,105 14 hari 2,0 kali
Tc c 0,195 35 hari 3,1 kali
Tc d 0,374 94 hari 3,6 kali
Tc e 0,552 168 hari 4,3 kali
Tc f 1,35 642 hari 6,6 kali
Kelima planet tersebut memiliki orbit membentuk lingkaran hampir sempurna mengelilingi bintang Tau Ceti. Selain berbeda dalam hal ukuran bintang dan planet, Tau Ceti diperkirakan tidak memiliki unsur logam sama sekali sehingga dapat disimpulkan bahwa planet-planet yang mengelilinginya diperkirakan tidak mengandung karang. Bahkan mungkin berupa planet air.
Bintang Tau Ceti memiliki tingkat kecerahan sinar hanya 55% dari Matahari, sehingga kemungkinan diantara kelima planet tesebut, planet yang mungkin mengandung kehidupan berjarak lebih dekat ke Tau Ceti jika dibandingkan jarak Bumi ke Matahari.
Jarak orbit Tc b dan Tc c terlalu dekat ke bintang Tau ceti dan jarak orbit planet Tc d kira-kira sebanding dengan pertengahan jarak orbit Venus dan Merkurius terhadap Matahari. Sehingga tidak mungkin bisa ditemukan kehidupan di sana.
Jarak yang ideal sesuai dengan kecerahan Tau Ceti adalah jarak Tc e terhadap Tau Ceti. Dalam jarak tersebut dimungkinkan adanya air, walaupun mungkin sedikit lebih dingin daripada air Bumi.
Sementara itu Laboratorium Penenelitian Planet Berhabitat di Puerto Rico menambahkan catatan bahwa kemungkinan planet Tc e dan Tc f memiliki kehidupan mengingat lapisan atmosfir dikedua planet tersebut diperkirakan tidak terlalu tebal sehingga memungkinkan kedua planet tersebut lebih hangat daripada semestinya. Dengan kehangatan tersebut memungkinkan unsur air yang ada tidak akan membeku sehingga bisa menjadi pendukung kehidupan. Dan dimana ada air (H2O), maka kemungkinan pula di situ terdapat oksigen (O2).
Sumber : Tulisan Brian Dodson di www.gizmag.com tanggal 20 Desember 2012.